Antartika adalah sebuah benua yang ditutupi oleh es. Antartika berada di kutub utara. Luas Antartika mencapai 14 juta kilometer dan lebih besar dari pada Australia. Antartika merupakan tempat terdingin di Bumi. Pada tahun 1983, Antartika pernah mencapai suhu terendah hingga 89 derajat di bawah nol.
Hewan yang biasa dijumpai di Antartika adalah Pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak dapat terbang. Meskipun tidak dapat terbang, pinguin merupakan burung yang mahir menyelam. Hewan lain yang dapat ditemukan di Antartika adalah anjing laut, singa laut, dan paus.
Gletser
Gletser adalah sungai es yang bergerak perlahan-lahan. Pegunungan yang memiliki suhu yang lebih dingin. Oleh karena itu, salju tidak pernah mencair. Salju yang jatuh terus-menerus menumpuk dan memadat membentuk massa es. Jika massa es mencapai ketinggian 60 meter maka massa es tersebut akan bergerak turun. Terbentuklah gletser. Saat gletser bergerak turun, gletser merentang dan membelok, menghasilkan celah yang dalam. Celah yang dalam itu disebut crevasses (kra VESS es).
Gunung Es
Seringkali masa gletser dan lembaran es pecah saat sampai ke laut. Pecahan-pecahan ini lalu mengapung dalam bentuk gunung es. Gunung es dalam bahasa inggris disebut iceberg (AIS beg).
Ukuran gunung es bisa seukuran rumah hingga sepanjang beberapa kilometer. Sebuah gunung es datar yang berbentuk seperti meja di Antartika panjangnya dapat mencapai 150-300 kilometer. Gunung es datar ini benar-benar seperti pulau yang mengapung.
Meskipun gunung es berukuran sangat besar, tetapi yang kita lihat di permukaan hanya sebagian kecil saja. Gunung es yang mengapung, sekitar 80 sampai 90 persen tubuhnya terendam dibawah air. Jadi, jika ada sebuah gunung es tingginya 10 meter di atas permukaan air, sisa gunung yang berada di bawah permukaan laut memiliki panjang 90 meter.
penulis : Kukuh Tri Widiatmoko
Selasa, 22 September 2009
ANTARTIKA
Antartika adalah sebuah benua yang ditutupi oleh es. Antartika berada di kutub utara. Luas Antartika mencapai 14 juta kilometer dan lebih besar dari pada Australia. Antartika merupakan tempat terdingin di Bumi. Pada tahun 1983, Antartika pernah mencapai suhu terendah hingga 89 derajat di bawah nol.
Hewan yang biasa dijumpai di Antartika adalah Pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak dapat terbang. Meskipun tidak dapat terbang, pinguin merupakan burung yang mahir menyelam. Hewan lain yang dapat ditemukan di Antartika adalah anjing laut, singa laut, dan paus.
Gletser
Gletser adalah sungai es yang bergerak perlahan-lahan. Pegunungan yang memiliki suhu yang lebih dingin. Oleh karena itu, salju tidak pernah mencair. Salju yang jatuh terus-menerus menumpuk dan memadat membentuk massa es. Jika massa es mencapai ketinggian 60 meter maka massa es tersebut akan bergerak turun. Terbentuklah gletser. Saat gletser bergerak turun, gletser merentang dan membelok, menghasilkan celah yang dalam. Celah yang dalam itu disebut crevasses (kra VESS es).
Gunung Es
Seringkali masa gletser dan lembaran es pecah saat sampai ke laut. Pecahan-pecahan ini lalu mengapung dalam bentuk gunung es. Gunung es dalam bahasa inggris disebut iceberg (AIS beg).
Ukuran gunung es bisa seukuran rumah hingga sepanjang beberapa kilometer. Sebuah gunung es datar yang berbentuk seperti meja di Antartika panjangnya dapat mencapai 150-300 kilometer. Gunung es datar ini benar-benar seperti pulau yang mengapung.
Meskipun gunung es berukuran sangat besar, tetapi yang kita lihat di permukaan hanya sebagian kecil saja. Gunung es yang mengapung, sekitar 80 sampai 90 persen tubuhnya terendam dibawah air. Jadi, jika ada sebuah gunung es tingginya 10 meter di atas permukaan air, sisa gunung yang berada di bawah permukaan laut memiliki panjang 90 meter.
penulis : Kukuh Tri Widiatmoko
Hewan yang biasa dijumpai di Antartika adalah Pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak dapat terbang. Meskipun tidak dapat terbang, pinguin merupakan burung yang mahir menyelam. Hewan lain yang dapat ditemukan di Antartika adalah anjing laut, singa laut, dan paus.
Gletser
Gletser adalah sungai es yang bergerak perlahan-lahan. Pegunungan yang memiliki suhu yang lebih dingin. Oleh karena itu, salju tidak pernah mencair. Salju yang jatuh terus-menerus menumpuk dan memadat membentuk massa es. Jika massa es mencapai ketinggian 60 meter maka massa es tersebut akan bergerak turun. Terbentuklah gletser. Saat gletser bergerak turun, gletser merentang dan membelok, menghasilkan celah yang dalam. Celah yang dalam itu disebut crevasses (kra VESS es).
Gunung Es
Seringkali masa gletser dan lembaran es pecah saat sampai ke laut. Pecahan-pecahan ini lalu mengapung dalam bentuk gunung es. Gunung es dalam bahasa inggris disebut iceberg (AIS beg).
Ukuran gunung es bisa seukuran rumah hingga sepanjang beberapa kilometer. Sebuah gunung es datar yang berbentuk seperti meja di Antartika panjangnya dapat mencapai 150-300 kilometer. Gunung es datar ini benar-benar seperti pulau yang mengapung.
Meskipun gunung es berukuran sangat besar, tetapi yang kita lihat di permukaan hanya sebagian kecil saja. Gunung es yang mengapung, sekitar 80 sampai 90 persen tubuhnya terendam dibawah air. Jadi, jika ada sebuah gunung es tingginya 10 meter di atas permukaan air, sisa gunung yang berada di bawah permukaan laut memiliki panjang 90 meter.
penulis : Kukuh Tri Widiatmoko
Senin, 07 September 2009
Kabupaten Pemalang
Ibukota : Pemalang
Batas Wilayah
Utara : Laut Jawa
Selatan : Kabupaten Purbalingga
Barat : Kabupaten Tegal
Timur : Kabupaten Pekalongan
Luas Wilayah : 1.11544,31 km2
Jumlah Kecamatan : 14
Jumlah Penduduk : 1.261.454 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2000)
Dari bentuk topografi alamnya yang berupa daratan pantai, daratan rendah dan daratan tinggi, serta pegunungan, wilayah ini mempunyai potensi wisata, antara lain : Pantai Widuri, Kolam renang dan sumber mata air, Pesanggrahan Moga, Telaga Silating, Pantai Blenduk dll.
Makanan khas daerah ini dan yang tak pernah dijumpai di daerah lain yakni Nasi Grombyang, cara penyajian makanan ini persis soto ayam dalam mangkuk kecil, tetapi tanpa sayuran kecuali daun bawang. Daging yang digunakan bukan daging ayam, melainkan daging kerbau yang diiris tipis.
Pada tahun 90-an kerajinan kulit binatang reptil terutama ular menjadi salah satu cenderamata khas Kabupaten Pemalang. Kulit binatang tersebut kemudian diolah menjadi tas, ikat pinggang, dompet.
Batas Wilayah
Utara : Laut Jawa
Selatan : Kabupaten Purbalingga
Barat : Kabupaten Tegal
Timur : Kabupaten Pekalongan
Luas Wilayah : 1.11544,31 km2
Jumlah Kecamatan : 14
Jumlah Penduduk : 1.261.454 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2000)
Dari bentuk topografi alamnya yang berupa daratan pantai, daratan rendah dan daratan tinggi, serta pegunungan, wilayah ini mempunyai potensi wisata, antara lain : Pantai Widuri, Kolam renang dan sumber mata air, Pesanggrahan Moga, Telaga Silating, Pantai Blenduk dll.
Makanan khas daerah ini dan yang tak pernah dijumpai di daerah lain yakni Nasi Grombyang, cara penyajian makanan ini persis soto ayam dalam mangkuk kecil, tetapi tanpa sayuran kecuali daun bawang. Daging yang digunakan bukan daging ayam, melainkan daging kerbau yang diiris tipis.
Pada tahun 90-an kerajinan kulit binatang reptil terutama ular menjadi salah satu cenderamata khas Kabupaten Pemalang. Kulit binatang tersebut kemudian diolah menjadi tas, ikat pinggang, dompet.
Kabupaten Pemalang
Ibukota : Pemalang
Batas Wilayah
Utara : Laut Jawa
Selatan : Kabupaten Purbalingga
Barat : Kabupaten Tegal
Timur : Kabupaten Pekalongan
Luas Wilayah : 1.11544,31 km2
Jumlah Kecamatan : 14
Jumlah Penduduk : 1.261.454 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2000)
Dari bentuk topografi alamnya yang berupa daratan pantai, daratan rendah dan daratan tinggi, serta pegunungan, wilayah ini mempunyai potensi wisata, antara lain : Pantai Widuri, Kolam renang dan sumber mata air, Pesanggrahan Moga, Telaga Silating, Pantai Blenduk dll.
Makanan khas daerah ini dan yang tak pernah dijumpai di daerah lain yakni Nasi Grombyang, cara penyajian makanan ini persis soto ayam dalam mangkuk kecil, tetapi tanpa sayuran kecuali daun bawang. Daging yang digunakan bukan daging ayam, melainkan daging kerbau yang diiris tipis.
Pada tahun 90-an kerajinan kulit binatang reptil terutama ular menjadi salah satu cenderamata khas Kabupaten Pemalang. Kulit binatang tersebut kemudian diolah menjadi tas, ikat pinggang, dompet.
Batas Wilayah
Utara : Laut Jawa
Selatan : Kabupaten Purbalingga
Barat : Kabupaten Tegal
Timur : Kabupaten Pekalongan
Luas Wilayah : 1.11544,31 km2
Jumlah Kecamatan : 14
Jumlah Penduduk : 1.261.454 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2000)
Dari bentuk topografi alamnya yang berupa daratan pantai, daratan rendah dan daratan tinggi, serta pegunungan, wilayah ini mempunyai potensi wisata, antara lain : Pantai Widuri, Kolam renang dan sumber mata air, Pesanggrahan Moga, Telaga Silating, Pantai Blenduk dll.
Makanan khas daerah ini dan yang tak pernah dijumpai di daerah lain yakni Nasi Grombyang, cara penyajian makanan ini persis soto ayam dalam mangkuk kecil, tetapi tanpa sayuran kecuali daun bawang. Daging yang digunakan bukan daging ayam, melainkan daging kerbau yang diiris tipis.
Pada tahun 90-an kerajinan kulit binatang reptil terutama ular menjadi salah satu cenderamata khas Kabupaten Pemalang. Kulit binatang tersebut kemudian diolah menjadi tas, ikat pinggang, dompet.
Langganan:
Postingan (Atom)