Kamis, 30 Juli 2009

Pentas tari sebagai sambutan Kepala Dinas Pemalang

Hari ini akan diadakan pentas tari di SMP N 1 COMAL untuk menyambut Kepala Dinas Pemalang. Pagi hari jam 5.45 aku sudah berangkat ke rumahnya Bu Eli (perias pengantin dan pelatih tari) di Ampelgading diantar ayahku. Sampai di rumah Bu Eli tiba-tiba datang tamu lain yaitu orang tuanya Evi (temanku yang juga ikut pentas tari),sementara itu aku menunggu di depan rumahnya Bu Eli dengan orang tuanya Evi karena Bu Elinya lagi mandi. Setelah Bu Eli selesai mandi, ibunya Evi ngobrol dengan tuan rumahnya dan aku duduk di depan dan ayahku pulang. 5 menit kemudian mereka berdua selesai ngobrol dan pulang duluan.

Aku disuruh masuk dan dirias oleh Bu Eli,tapi karena Bu Eli bukan spesialis rias laki-laki maka aku tunjukan fotoku yang di rias Pak Agus (perias tari dan pelatih tari dari Pemalang) pada waktu lomba tari di Pemalang. Lalu Bu Eli mulai merias dengan melihat fotonya. Tak lama kemudian Bu Surati (guru SBK di SMP 1 Comal) datang,namun pergi lagi karena menjemput Evi,Nadia,dan Mia di Sirangkang-Petarukan yang juga ikut mengisi pentas tari. Aku pun selesai dirias dan menunggu dijemput,setelah ditunggu 15 menitan akhirnya Bu Surati datang dengan ketiga penari putri dan anaknya Bu Surati. Lalu aku masuk ke mobil dan langsung pergi ke sekolahku di SMP 1 COMAL karena sudah ditunggu.

Gak sampai 10 menit akhirnya tiba di SMP,kemudian menunggu giliran tampil di depan aula SMP. Sementara itu sebagai pembuka, sebuah tarian golek sulung dayung yang di tarikan Evi,Nadia,dan Mia di pertunjukkan. Diteruskan dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pemalang hingga giliranku tiba. Saat masuk aula aku lihat tempat untuk menari sempit sekali tapi aku coba memuatkannya. Bu Sumiati (guru bahasa jawa) sebagai pembawa acara pun memperkenalkan aku dan memulai pertunjukkan. Musik di nyalakan,aku bersiap dan mulai menari Eko Prawiro di hadapan para siswa SD yang ikut lomba mapel dalam rangka ulang tahun SMP 1 COMAL yang ke 47 dan para tamu penting beserta kepala dan wakil kepala sekolah SMP 1 COMAL. Tarian berjalan lancar sampai selesai dan aku berjabatan tangan dengan para tamu. Setelah keluar aula aku langsung diajak minum oleh Pak Udiono(guru olahraga) dan ganti baju serta menghapus make up wajah.

Acara selanjutnya pengajian Isra' Mi'raj di lapangan tengah,setiap siswa disuruh merangkum pengajian untuk dipilih rangkuman terbaik. Aku juga ikut merangkum hingga dua lembar kertas dihabiskan. Selesai pengajian aku,Evi,Nadia,dan Mia dipanggi Bu Surati untuk menerima jajan dari sekolah,namun Nadia dan Mia sudah pulang duluan. Kemudian aku pulang ke rumah dijemput ayahku.

Hari ini kegiatan berjalan lancar dan baik.

The End...

Rabu, 29 Juli 2009

Lomba Tari Tingkat Kasesidenan Pekalongan tahun 2009

Pagi hari jam 4.45 aku bangun tidur untuk mempersiapkan lomba Tari di Slawi-Tegal. Setelah mandi terus makan dan langsung pergi ke SMP N 1 COMAL sekolahku sekarang dengan diantar ayahku. Sampai di SMP N 1 COMAL atau biasa disebut SPENSACOM aku sudah ditunggu oleh guru dan teman-temanku,mereka adalah Bu Surati-guru Seni Budaya,Pak Darwanto-guru Bahasa Inggris beserta istrinya dan anak-anaknya yang bernama Lucky dan Farel,dan Pak Pardi-guru BP,semua guru di SMP N 1 COMAL.

Setelah semua siap,kami berangkat sekitar jam 6 pagi dengan mobilnya Pak Pardi. Sampai di Pemalang kami bertemu seorang guru yang bernama kalau gak salah Bu Warsi dengan muridnya yang ikut lomba melukis putri mewakili Pemalang,mereka berdua menumpang mobil kami ke Tegal bersama.

Setelah perjalanan jauh,akhirnya sampai di Slawi-Tegal sekitar pukul 7.30 pagi. Pertama kami mengantar yang ikut lomba melukis dulu ke sebuah GOR Bulutangkis di Slawi aku lupa nama GORnya. Memang lomba lukisnya di sebuah GOR. Sampai di GOR, Bu Warsi dan muridnya tadi turun dari mobil menuju GOR diikuti Pak Darwanto,Istrinya,dan anaknya Lucky (kelas 4 SD,juara 1 terus di kelasnya) yang juga ikut lomba lukis putra SD beserta adiknya Farel yang lucu masih TK nol besar. Mereka berempat turun dan masuk ke GOR untuk mempersiapkan lomba. Sementara Aku,Bu Surati dan Pak Pardi menuju ke Gedung Korpri Slawi,tapi sebelum ke sana kami sarapan dulu di sebuah rumah makan yang masih dipenuhi Polisi Lalu Lintas yang juga lagi sarapan di situ. Selesai sarapan kami bertiga meneruskan ke Gedung Korpri yang dijadikan tempat perlombaan Seni Tari tingkat SMP,SMA,dan sederajatnya. Sementara di perjalanan tiba-tiba Pak Agus (pelatih tari dan juri perlombaan dari Pemalang) menelpon Bu Surati,katanya beliau sudah sampai duluan dan lagi menunggu Aku untuk dirias. Sampai di Gedung Korpri,Pak Agus langsung menyapa dan bersiap merias Aku. Lalu Aku turun dari mobil dan langsung dirias oleh Pak Agus di sebelah kiri Gedung. Selesai dirias sekitar pukul 8.30, aku langsung ke dalam gedung dan menunggu lomba dimulai. Sambil menunggu ternyata aku dapat giliran terakhir untuk tari putra dengan nomer 7. Perlombaan pun dimulai pada pukul 9.30 dengan tujuh juri dari masing-masing perwakilan kota dan kabupaten di karesidenan Pekalongan. Peserta SMP pertama yang tampil kebetulan putri dari Pemalang yang menari sangat kompak,diteruskan keenam peserta tari SMP putri lainnya hingga sampai pada peserta tari SMP putra. Di sini ada yang menegangkan ketika peserta tari SMP putra nomer 3 dari Brebes mengalami keram perut saat di tengah penampilannya sampai ditolong gurunya dan terpaksa gak bisa melanjutkan sehingga didrop out oleh dewan juri. Pada penampilan peserta no.5 aku sudah pemanasan di belakang panggung yang megah didampingi Bu Surati sementara Pak Pardi gak bisa ikut mendampingi karena lagi di GOR tempat lomba lukis, jadi aku di sana hanya dengan Bu Surati. Lalu giliranku tiba,tapi pada saat di tengah penampilan ada kesalahan teknis pada kasetnya sehingga harus diulang dari awal lagi. Penonton dan juri mulai bingung karena sudah lebih dari 10 menit kasetnya belum pas hingga Pak Agus berkali-kali datang ke Audio dan memarahi petugas musiknya,panitia pun ikut melihat yang terjadi di Audio. Akhirnya Pak Agus yang mengepaskan kasetnya sampai tepat. Aku lalu bersiap untuk mengulang tarinya,karena kejadian tadi aku jadi gak kosentrasi dan ada satu kesalahan pada tarinya tapi gak jelas bila dilihat,saat aku lupa aku langsung memusatkan pikiranku ke tariannya. Pada saat mau habis pedang yang buat tari bengkok karena saking kerasnya dibenturkan ke tameng yang ada di tangan kiriku. Tapi tarian berjalan lancar sampai selesai. Habis nari aku mengambil nafas dulu karena capek lalu minum dan ganti pakaian serta menghapus rias di wajah. Kemudian aku kembali ke dalam gedung untuk menonton tari SMA dan menunggu hasil lombanya. Tari SMA selesai,dengan begitu lomba tarinya juga selesai pada pukul 2 siang. Juri langsung rapat selama 1 jam,sambil menunggu aku blogging dulu di HPku kemudian Pak Pardi datang sendirian menjemput kami berdua. Tiba-tiba Pak Agus datang dengan wajah kecewa,tapi aku dengar Bu Surati katanya dapat juara 1 tapi aku belum yakin. Ternyata waktu pengumuman aku menang juara 1,wakil tari putri dari pemalang pun juara 1. Lalu semua juara ke depan untuk menerima piagam,rasa senang,bangga dan ceria aku rasakan. Para juara saling memberi ucapan selamat tanpa ada protes sedikit pun dari pendamping tentang hasil keputusan juri.

Kami bertiga kemudian pulang dengan gembira. Namun kami harus menjemput peserta melukisnya dulu di GOR. Kebetulan waktu itu baru dibacakan pengumuman kejuaraan lomba lukis SD,SMP dan SMA. Saat aku lihat lukisan yang SMA,wah! Sangat terkejut karena very-very good seperti foto asli,nyata banget. Tapi pemalang cuma juara harapan 2 semua termasuk Lucky. Kemudian kami bersembilan pulang bersama dan makan siang di rumah makan punya kakaknya Pak Pardi di Tegal,maklum sebenarnya Pak Pardi tinggal di Tegal. Setelah kami semua kenyang,kami meneruskan ke perbelanjaan oleh-oleh khas Tegal. Semua sudah memborong oleh-oleh dan langsung pulang. Sampai di Pemalang,dua penumpang turun yaitu Bu Warsi-guru di SMP pemalang dan muridnya. Di perjalanan pulang ke comal banyak kejadian lucu tentang si Farel adiknya Lucky. Akhirnya sampai di SMP 1 pukul 17.45,aku sudah di jemput ayahku sedangkan Pak Darwanto,Istrinya,Lucky dan Farel pulang naik sepeda motor karena rumahnya dekat.Di rumah aku mandi dan cerita semuanya. SEKIAN..

Lomba Tari Tingkat Kasesidenan Pekalongan tahun 2009

Pagi hari jam 4.45 aku bangun tidur untuk mempersiapkan lomba Tari di Slawi-Tegal. Setelah mandi terus makan dan langsung pergi ke SMP N 1 COMAL sekolahku sekarang dengan diantar ayahku. Sampai di SMP N 1 COMAL atau biasa disebut SPENSACOM aku sudah ditunggu oleh guru dan teman-temanku,mereka adalah Bu Surati-guru Seni Budaya,Pak Darwanto-guru Bahasa Inggris beserta istrinya dan anak-anaknya yang bernama Lucky dan Farel,dan Pak Pardi-guru BP,semua guru di SMP N 1 COMAL.

Setelah semua siap,kami berangkat sekitar jam 6 pagi dengan mobilnya Pak Pardi. Sampai di Pemalang kami bertemu seorang guru yang bernama kalau gak salah Bu Warsi dengan muridnya yang ikut lomba melukis putri mewakili Pemalang,mereka berdua menumpang mobil kami ke Tegal bersama.

Setelah perjalanan jauh,akhirnya sampai di Slawi-Tegal sekitar pukul 7.30 pagi. Pertama kami mengantar yang ikut lomba melukis dulu ke sebuah GOR Bulutangkis di Slawi aku lupa nama GORnya. Memang lomba lukisnya di sebuah GOR. Sampai di GOR, Bu Warsi dan muridnya tadi turun dari mobil menuju GOR diikuti Pak Darwanto,Istrinya,dan anaknya Lucky (kelas 4 SD,juara 1 terus di kelasnya) yang juga ikut lomba lukis putra SD beserta adiknya Farel yang lucu masih TK nol besar. Mereka berempat turun dan masuk ke GOR untuk mempersiapkan lomba. Sementara Aku,Bu Surati dan Pak Pardi menuju ke Gedung Korpri Slawi,tapi sebelum ke sana kami sarapan dulu di sebuah rumah makan yang masih dipenuhi Polisi Lalu Lintas yang juga lagi sarapan di situ. Selesai sarapan kami bertiga meneruskan ke Gedung Korpri yang dijadikan tempat perlombaan Seni Tari tingkat SMP,SMA,dan sederajatnya. Sementara di perjalanan tiba-tiba Pak Agus (pelatih tari dan juri perlombaan dari Pemalang) menelpon Bu Surati,katanya beliau sudah sampai duluan dan lagi menunggu Aku untuk dirias. Sampai di Gedung Korpri,Pak Agus langsung menyapa dan bersiap merias Aku. Lalu Aku turun dari mobil dan langsung dirias oleh Pak Agus di sebelah kiri Gedung. Selesai dirias sekitar pukul 8.30, aku langsung ke dalam gedung dan menunggu lomba dimulai. Sambil menunggu ternyata aku dapat giliran terakhir untuk tari putra dengan nomer 7. Perlombaan pun dimulai pada pukul 9.30 dengan tujuh juri dari masing-masing perwakilan kota dan kabupaten di karesidenan Pekalongan. Peserta SMP pertama yang tampil kebetulan putri dari Pemalang yang menari sangat kompak,diteruskan keenam peserta tari SMP putri lainnya hingga sampai pada peserta tari SMP putra. Di sini ada yang menegangkan ketika peserta tari SMP putra nomer 3 dari Brebes mengalami keram perut saat di tengah penampilannya sampai ditolong gurunya dan terpaksa gak bisa melanjutkan sehingga didrop out oleh dewan juri. Pada penampilan peserta no.5 aku sudah pemanasan di belakang panggung yang megah didampingi Bu Surati sementara Pak Pardi gak bisa ikut mendampingi karena lagi di GOR tempat lomba lukis, jadi aku di sana hanya dengan Bu Surati. Lalu giliranku tiba,tapi pada saat di tengah penampilan ada kesalahan teknis pada kasetnya sehingga harus diulang dari awal lagi. Penonton dan juri mulai bingung karena sudah lebih dari 10 menit kasetnya belum pas hingga Pak Agus berkali-kali datang ke Audio dan memarahi petugas musiknya,panitia pun ikut melihat yang terjadi di Audio. Akhirnya Pak Agus yang mengepaskan kasetnya sampai tepat. Aku lalu bersiap untuk mengulang tarinya,karena kejadian tadi aku jadi gak kosentrasi dan ada satu kesalahan pada tarinya tapi gak jelas bila dilihat,saat aku lupa aku langsung memusatkan pikiranku ke tariannya. Pada saat mau habis pedang yang buat tari bengkok karena saking kerasnya dibenturkan ke tameng yang ada di tangan kiriku. Tapi tarian berjalan lancar sampai selesai. Habis nari aku mengambil nafas dulu karena capek lalu minum dan ganti pakaian serta menghapus rias di wajah. Kemudian aku kembali ke dalam gedung untuk menonton tari SMA dan menunggu hasil lombanya. Tari SMA selesai,dengan begitu lomba tarinya juga selesai pada pukul 2 siang. Juri langsung rapat selama 1 jam,sambil menunggu aku blogging dulu di HPku kemudian Pak Pardi datang sendirian menjemput kami berdua. Tiba-tiba Pak Agus datang dengan wajah kecewa,tapi aku dengar Bu Surati katanya dapat juara 1 tapi aku belum yakin. Ternyata waktu pengumuman aku menang juara 1,wakil tari putri dari pemalang pun juara 1. Lalu semua juara ke depan untuk menerima piagam,rasa senang,bangga dan ceria aku rasakan. Para juara saling memberi ucapan selamat tanpa ada protes sedikit pun dari pendamping tentang hasil keputusan juri.

Kami bertiga kemudian pulang dengan gembira. Namun kami harus menjemput peserta melukisnya dulu di GOR. Kebetulan waktu itu baru dibacakan pengumuman kejuaraan lomba lukis SD,SMP dan SMA. Saat aku lihat lukisan yang SMA,wah! Sangat terkejut karena very-very good seperti foto asli,nyata banget. Tapi pemalang cuma juara harapan 2 semua termasuk Lucky. Kemudian kami bersembilan pulang bersama dan makan siang di rumah makan punya kakaknya Pak Pardi di Tegal,maklum sebenarnya Pak Pardi tinggal di Tegal. Setelah kami semua kenyang,kami meneruskan ke perbelanjaan oleh-oleh khas Tegal. Semua sudah memborong oleh-oleh dan langsung pulang. Sampai di Pemalang,dua penumpang turun yaitu Bu Warsi-guru di SMP pemalang dan muridnya. Di perjalanan pulang ke comal banyak kejadian lucu tentang si Farel adiknya Lucky. Akhirnya sampai di SMP 1 pukul 17.45,aku sudah di jemput ayahku sedangkan Pak Darwanto,Istrinya,Lucky dan Farel pulang naik sepeda motor karena rumahnya dekat.Di rumah aku mandi dan cerita semuanya. SEKIAN..

Selasa, 28 Juli 2009

Tentang aku

Namaku Kukuh Tri Widiatmoko,lahir pada 29 April 1995 di kota Pemalang. Hobiku yaitu berwisata atau berekreasi. Cita-citaku menjadi guru seperti ayahku,karena menjadi guru mudah,cepat kerjanya,dan selalu bersama dengan keluarga,apalagi gaji guru akan dinaikan 100% lebih. Makanan kesukaanku mungkin sate ayam. Aku sekarang sekolah di SMP 1 COMAL kelas 9G,mapel yang paling aku suka yaitu Matematika karena bila kita berhasil menyelesaikan sebuah soal Matematika maka akan mendapat sebuah kepuasan dan kebanggaan tersendiri.