Rabu, 29 Juli 2009

Lomba Tari Tingkat Kasesidenan Pekalongan tahun 2009

Pagi hari jam 4.45 aku bangun tidur untuk mempersiapkan lomba Tari di Slawi-Tegal. Setelah mandi terus makan dan langsung pergi ke SMP N 1 COMAL sekolahku sekarang dengan diantar ayahku. Sampai di SMP N 1 COMAL atau biasa disebut SPENSACOM aku sudah ditunggu oleh guru dan teman-temanku,mereka adalah Bu Surati-guru Seni Budaya,Pak Darwanto-guru Bahasa Inggris beserta istrinya dan anak-anaknya yang bernama Lucky dan Farel,dan Pak Pardi-guru BP,semua guru di SMP N 1 COMAL.

Setelah semua siap,kami berangkat sekitar jam 6 pagi dengan mobilnya Pak Pardi. Sampai di Pemalang kami bertemu seorang guru yang bernama kalau gak salah Bu Warsi dengan muridnya yang ikut lomba melukis putri mewakili Pemalang,mereka berdua menumpang mobil kami ke Tegal bersama.

Setelah perjalanan jauh,akhirnya sampai di Slawi-Tegal sekitar pukul 7.30 pagi. Pertama kami mengantar yang ikut lomba melukis dulu ke sebuah GOR Bulutangkis di Slawi aku lupa nama GORnya. Memang lomba lukisnya di sebuah GOR. Sampai di GOR, Bu Warsi dan muridnya tadi turun dari mobil menuju GOR diikuti Pak Darwanto,Istrinya,dan anaknya Lucky (kelas 4 SD,juara 1 terus di kelasnya) yang juga ikut lomba lukis putra SD beserta adiknya Farel yang lucu masih TK nol besar. Mereka berempat turun dan masuk ke GOR untuk mempersiapkan lomba. Sementara Aku,Bu Surati dan Pak Pardi menuju ke Gedung Korpri Slawi,tapi sebelum ke sana kami sarapan dulu di sebuah rumah makan yang masih dipenuhi Polisi Lalu Lintas yang juga lagi sarapan di situ. Selesai sarapan kami bertiga meneruskan ke Gedung Korpri yang dijadikan tempat perlombaan Seni Tari tingkat SMP,SMA,dan sederajatnya. Sementara di perjalanan tiba-tiba Pak Agus (pelatih tari dan juri perlombaan dari Pemalang) menelpon Bu Surati,katanya beliau sudah sampai duluan dan lagi menunggu Aku untuk dirias. Sampai di Gedung Korpri,Pak Agus langsung menyapa dan bersiap merias Aku. Lalu Aku turun dari mobil dan langsung dirias oleh Pak Agus di sebelah kiri Gedung. Selesai dirias sekitar pukul 8.30, aku langsung ke dalam gedung dan menunggu lomba dimulai. Sambil menunggu ternyata aku dapat giliran terakhir untuk tari putra dengan nomer 7. Perlombaan pun dimulai pada pukul 9.30 dengan tujuh juri dari masing-masing perwakilan kota dan kabupaten di karesidenan Pekalongan. Peserta SMP pertama yang tampil kebetulan putri dari Pemalang yang menari sangat kompak,diteruskan keenam peserta tari SMP putri lainnya hingga sampai pada peserta tari SMP putra. Di sini ada yang menegangkan ketika peserta tari SMP putra nomer 3 dari Brebes mengalami keram perut saat di tengah penampilannya sampai ditolong gurunya dan terpaksa gak bisa melanjutkan sehingga didrop out oleh dewan juri. Pada penampilan peserta no.5 aku sudah pemanasan di belakang panggung yang megah didampingi Bu Surati sementara Pak Pardi gak bisa ikut mendampingi karena lagi di GOR tempat lomba lukis, jadi aku di sana hanya dengan Bu Surati. Lalu giliranku tiba,tapi pada saat di tengah penampilan ada kesalahan teknis pada kasetnya sehingga harus diulang dari awal lagi. Penonton dan juri mulai bingung karena sudah lebih dari 10 menit kasetnya belum pas hingga Pak Agus berkali-kali datang ke Audio dan memarahi petugas musiknya,panitia pun ikut melihat yang terjadi di Audio. Akhirnya Pak Agus yang mengepaskan kasetnya sampai tepat. Aku lalu bersiap untuk mengulang tarinya,karena kejadian tadi aku jadi gak kosentrasi dan ada satu kesalahan pada tarinya tapi gak jelas bila dilihat,saat aku lupa aku langsung memusatkan pikiranku ke tariannya. Pada saat mau habis pedang yang buat tari bengkok karena saking kerasnya dibenturkan ke tameng yang ada di tangan kiriku. Tapi tarian berjalan lancar sampai selesai. Habis nari aku mengambil nafas dulu karena capek lalu minum dan ganti pakaian serta menghapus rias di wajah. Kemudian aku kembali ke dalam gedung untuk menonton tari SMA dan menunggu hasil lombanya. Tari SMA selesai,dengan begitu lomba tarinya juga selesai pada pukul 2 siang. Juri langsung rapat selama 1 jam,sambil menunggu aku blogging dulu di HPku kemudian Pak Pardi datang sendirian menjemput kami berdua. Tiba-tiba Pak Agus datang dengan wajah kecewa,tapi aku dengar Bu Surati katanya dapat juara 1 tapi aku belum yakin. Ternyata waktu pengumuman aku menang juara 1,wakil tari putri dari pemalang pun juara 1. Lalu semua juara ke depan untuk menerima piagam,rasa senang,bangga dan ceria aku rasakan. Para juara saling memberi ucapan selamat tanpa ada protes sedikit pun dari pendamping tentang hasil keputusan juri.

Kami bertiga kemudian pulang dengan gembira. Namun kami harus menjemput peserta melukisnya dulu di GOR. Kebetulan waktu itu baru dibacakan pengumuman kejuaraan lomba lukis SD,SMP dan SMA. Saat aku lihat lukisan yang SMA,wah! Sangat terkejut karena very-very good seperti foto asli,nyata banget. Tapi pemalang cuma juara harapan 2 semua termasuk Lucky. Kemudian kami bersembilan pulang bersama dan makan siang di rumah makan punya kakaknya Pak Pardi di Tegal,maklum sebenarnya Pak Pardi tinggal di Tegal. Setelah kami semua kenyang,kami meneruskan ke perbelanjaan oleh-oleh khas Tegal. Semua sudah memborong oleh-oleh dan langsung pulang. Sampai di Pemalang,dua penumpang turun yaitu Bu Warsi-guru di SMP pemalang dan muridnya. Di perjalanan pulang ke comal banyak kejadian lucu tentang si Farel adiknya Lucky. Akhirnya sampai di SMP 1 pukul 17.45,aku sudah di jemput ayahku sedangkan Pak Darwanto,Istrinya,Lucky dan Farel pulang naik sepeda motor karena rumahnya dekat.Di rumah aku mandi dan cerita semuanya. SEKIAN..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar